Menghitung Budget Pernikahan

Dalam hal menggapai impian, diperlukan adanya TUJUAN KEUANGAN atau GOALS yang ingin dicapai. Hal ini mutlak diperlukan agar setiap tujuan dan harapan kita tidak hanya jadi mimpi indah yang sulit diraih. Tujuan keuangan yang kita buat haruslah SMART, yaitu memenuhi beberapa criteria sebagai pedoman pencapaiannya. Kegagalan dalam merencanakan tujuan keuangan antara lain karena banyaknya perencanaan tanpa tujuan keuangan yang jelas.

Dalam menetapkan dan meraih sebuah tujuan, dikenal istilah SMART. Apakah SMART itu? Mari kita pelajari lebih dalam.

  1. Specific

Pertama, setiap goals haruslah bersifat spesifik, yaitu rinci, detail dan jelas. Tujuan yang dibuat harus disertai dengan target yang jelas. Misalnya, saya ingin menikah pada September di 2 tahun yang akan datang.

  1. Measurable

Kedua, goals tersebut haruslah terukur. Ada ukuran seberapa besar, seberapa banyak dan seberapa lama yang dapat dijadikan acuan. Misalnya, dana yang diperlukan untuk sebuah pernikahan adalah Rp 100 juta, dengan kemampuan saving jika dihitung bersama pasangan per bulan Rp 3 juta, dengan perhitungan bonus dan THR setiap tahunnya (berdua) Rp 10 juta, maka waktu yang diperlukan kurang lebih selama 2 tahun 3 bulan.

  1. Achievable

Selanjutnya, kemungkinan untuk dapat meraih impian tersebut sangatlah perlu dipertimbangkan. Setiap kita haruslah mengetahui batas kemampuan dalam mengelola keuangan sehingga dapat mencapai tujuan tersebut. Misalnya, dengan gaji bersama pasangan sebesar Rp10 juta per bulan, apakah mampu berkomitmen menabung selama 2 tahun ke depan? Untuk ukuran ideal cicilan per bulan adalah maksimal 30% dari total penghasilan. Jadi dengan gaji per bulan Rp 5 juta, besar 30% dari penghasilan adalah Rp 1,5 juta. Di luar itu, dana lainnya dapat terganggu.

  1. Realistic / Relevant

Goal atau tujuan kita haruslah realistis, artinya tidak terlalu tinggi atau terlalu sulit. Pertanyaan yang dapat mengarahkan seberapa realistis tujuan tersebut adalah:

  • Apakah sudah sesuai dengan kebutuhan saat ini?
  • Apakah waktunya sudah tepat?
  • Apakah memungkinkan untuk dilakukan?

Dalam contoh yang sejak awal dibahas, dapat dijabarkan sebagai berikut : Apakah pernikahan sudah menjadi kebutuhan saat ini, apakah memungkinkan untuk menabung secara rutin setiap bulannya.

  1. Time-bound

Ada jangka waktu atau tenggat waktu jelas yang ditetapkan. Misalnya, biaya pernikahan sebesar Rp 100 juta, dana tersebut dapat dicapai selama 2 tahun 3 bulan ke depan dari menyisihkan gaji setiap bulannya dan bonus/THR setiap tahunnya.

Let’s be SMART and achieve the GOALS.

Pernikahan memang tidak murah, karenanya diharapkan tidak menjadi pernikahan yang murahan.

Disadur dengan pengubahan seperlunya dari : http://reksadanaku.com/view_artikel.php?id=26

**Ini dulu tulisan gue yang buat pas kerja di perusahaan sekuritas itu, kok sekarang nama penulisnya jadi beda yak, wah, brb komplain haha.

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s