Makna Chinese New Year :)

My Lovely Family
Di Nisan Papa

Tahun ini adalah tahun kedua gue merayakan Imlek bareng suami, yang kebetulan bukan keturunan Chinese but Javanese hehe. ini juga merupakan kedua kalinya gue dan suami berbagi angpao. Jangan ditanya gimana rasanya. Kalo kata laki gue, “seringkali kita diajarin belajar memberi sampai perih, ya ini dia rasanya” hahaha.

Ga sesedih itu sih. Seru kok Imlekan bareng keluarga. Soalnya kebetulan keluarga gue bukan tipe keluarga yang Β sering kumpul tanpa moment, biasanya cuma kumpul setiap ada yang nikah atau meninggal, hehe, ini serius. Imlekan ini jadi salah satu event yang menyatukan kami.

Ritual wajib yang dilakukan di hari Imlek adalah mengunjungi makam papa dan oma opa atau yang biasa gue panggil emak dan engkong. Kadang, memori soal mereka berhamburan di pikiran gue. Setiap kata demi kata yang pernah mereka sampaikan pun seolah terngiang. Ah, how I miss them πŸ™‚ Ga pernah lupa juga untuk berfoto bersama di dekat nisan mereka. Sempet sih kepikiran macem, “ga ada tempat laen apa yak buat foto2 bareng keluarga gini”, ah tapi biarlah haha.

 

Banyak cerita dan values yang bisa diambil lewat event tahunan ini:

  • Bisa ketemu dan saling update cerita soal kehidupan itu priceless buat gue, yang sehari-hari seringkali sibuk mengurus kehidupan sendiri hehe. tahun ini ada tante gue yang mau umroh dan dia katanya mau doain gue di Mekkah supaya cepet dapet bayi. So sweet yaa, indahnya keberagaman dalam satu bahasa, KASIH πŸ™‚
  • Bisa berbagi berkat setahun sekali seperti ini juga ga kalah membahagiakan, sekalipun mungkin ga banyak, tapi percayalah itu sudah diusahakan sebagai pemberian yang terbaik πŸ™‚ Kalo ditanya siapa aja yang dikasih angpao, jawabannya: ortu gue, ortu suami, adek gue, sepupu2 gue, keponakan suami gue, kebetulan ada, pacar adek gue. Udah sih, kebetulan keluarga gue itu juga bukan keluarga besar yang segimananya hehe.
  • Bisa mampir ke kuburan bokap juga selalu mengingatkan gue kalo Tuhan sayang banget sama keluarga gue sampe hari ini, Dia selalu menyertai bahkan memberkati keluarga gue dengan berkat yang seringkali di luar pemikiran. Selain itu, moment ke makam juga selalu mengimgatkan gue kalo hidup ini cuma sementara, papa meninggak di usia 46 tahun, di saat gue dan adek masih SMP. Jadi dengan hidup yang tidak tertebak kapan akan berakhirnya ini, adalah kewajiban kita untuk berusaha hidup dengan sebaik-baiknya πŸ™‚
  • Setelah gue mulai memberikan angpao, gue mulai berpikir semacam betapa indahnya dulu jaman dimana gue sibuk mempersiapkan tas terbaik untuk menerima angpao angpao, tanpa pernah memikirkan gimana perasaan orang orang yang ngasih hahaha. So, buat kalian yang masih nerima angpao, mending puas-puasin dulu deh yaah sebelum keadaan berbalik huehehehe

Yah begitulah kura-kura cerita Imlekan gue di tahun 2018 ini, semoga berkat dan keberuntungan selalu menyertai kehidupan kita di tahun ini .

Sekali lagi, Happy Lunar New Year πŸ™‚

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s