Financial Workshop : Apa Keuangan Kita Sudah Sehat?

Akhirnya, kesempatan yang ditunggu – tunggu dateng juga, dapet undangan untuk mengikuti Financial Workshop di Bogor. Bertempat di Bonet Co – Working Space, di mana tuh? Itu loh di Ruko Vila Indah Pajajaran, pas di sebelah jalan masuk ke Bangbarung, acara workshop kali ini berlangsung seru dan membuka pikiran banget. Yuk, kita intip dulu tempatnya.

DSCF2296 res

Cozy kan? Selama kalian baca tulisan ini, aku akan kasih highlight gambaran tempatnya, supaya kalian serasa berada di sana haha.

Pertama banget, acara ini dibuka dengan pertanyaan kurang lebih begini:

  • Apa kalian merasa keuangan kalian sudah sehat?
  • Apa kalian memiliki tabungan?
  • Bagi yang sudah berumah tangga, apa sudah mempersiapkan tabungan untuk pendidikan anak, hingga bangku kuliah?
  • Bagi yang sudah bekerja, apa sudah mempersiapkan dana pensiun?

Jawabannya : (kebanyakan) belum.

Nah, sebelum masuk lebih dalam ke Financial Check Up, kita diminta terlebih dahulu membuat Financial Goals Setting, terdiri dari 3 term, dan harus spesifik yaitu:

  • Short Term, rencana kurang dari 3 tahun ke depan, (kalau aku implementasikan, kisaran umur aku di 28 – 30 tahun)

Misalnya :

  1. Ganti mobil di tahun 2019 (konsumtif haha)
  2. Jalan – jalan ke Hongkong & Macau 2018 (konsumtif? Yes kind of haha)
  3. Ke Jepang 2019 (Oke, ini juga konsumtif, akan dibahas kemudian haha).

Kalau contoh yang lebih bener :

  1. Lunasin cicilan mobil Mei 2018
  2. Lunasin cicilan renovasi rumah Desember 2018
  3. Mulai nabung buat persiapan anak 2018 (lagi dibuat nih, doain yah haha).
  • Lanjut ke Medium Term, rencana 3 – 10 tahun ke depan (Umurku : 30 – 40 tahun, OMG)

Misalnya :

  1. Beli mobil 1 lagi di 2021 mungkin (Oke, kembali konsumtif dengan alibi anak udah mulai besar kan ceritanya, jadi butuh mobil buat anterin ke mall eh sekolah)
  2. Nabung buat persiapan anak masuk TK yang berstandard internasional (boleh dong idealis hehe)
  3. Ke Eropa sama suami (konsumtif lagi)
  4. Mulai investasi : beli tanah / rumah (bermimpi itu bebas kan haha).
  • Sekarang masuk ke Long Term, rencana lebih dari 10 tahun lagi (umurku >40 tahun)

Misalnya :

  1. Enak kali ya kalo bisa pensiun umur 50 tahun
  2. Punya rumah 3 (aja), ceritanya yang 2 lagi buat anak / investasi, kasian sekarang rumah mahal, beruntung kita dibeliin, lalu curhat lol
  3. Tinggal menikmati hasil investasi masa muda, let say punya duit 1 M gitu ya
  4. Kalo masih kuat, (harus sehat nih, ayo olahraga dari sekarang lol), tentu mau keliling dunia juga sambil menikmati hasil kerja keras di masa muda

Oke, sekarang giliran kalian membuat rencana – rencana indah tersebut di selembar kertas kosong.

DSCF2278 resized

Nah, sekarang masuk ke tahap yang KRUSIAL. Ayo ambil dulu cemilannya. hehe.

Dengan mimpi kita, eh aku, yang segitu banyaknya, kita harus tau secara spesifik hal – hal berikut ini:

  • Berapa banyak uang sih yang kita butuhkan untuk menggapai semua poin tersebut?
  • Berapa bulan & tahun yang kita butuhkan untuk mendapatkan dana sejumlah tersebut?
  • Kapan harus mulai nabung? (ini spesifik, harus ada tanggalnya biar jadi pacuan)

Lalu mendadak pusing.

Ini sedih sih, faktanya sekitar lebih dari 50% orang meninggal di usia produktif dong, sehingga cukup berat untuk anak – anaknya melanjutkan kuliah dan sebagainya. Selain itu, ada juga yang namanya risiko hidup semacam sakit kritis dan cacat tetap sehingga akhirnya harus berhenti kerja di usia produktif. Pas denger ini, aku kayak broken heart gitu loh, please Tuhan, dijauhkanlah dari hal – hal semacam ini. Informasi ini sengaja diberikan untuk kita berpikir jauh ke depan katanya, untuk memikirkan masa depan keluarga kita. Well, noted.

Selain itu, menurut survey, 80% orang ga punya dana pensiun padahal justru di masa tua itu biaya hidup semakin mahal karena semakin tua usia semakin kita membutuhkan semacam suplemen, vitamin, obat dan sebagainya.

DSCF2295 res

Dilanjut dengan ngisi form yang berisi detail pengeluaran kita setiap bulannya (yang belom nikah, selamat membuka mata hehe):

  • Pengeluaran Tetap (kewajiban / hutang:
  1. Cicilan rumah
  2. Cicilan mobil
  3. Cicilan kartu kredit
  4. Rekening listrik
  5. Asuransi rumah, mobil
  6. Pajak rumah
  7. Pajak penghasilan
  8. Asuransi kesehatan
  9. Biaya pendidikan
  10. Tunjangan untuk orang tua
  11. Pengeluaran wajib lainnya (perpuluhan/ zakat dll)
  • Pengeluaran Hidup:
  1. Makan
  2. Pakaian
  3. Hiburan
  4. Transportasi
  5. Pengeluaran kesehatan
  6. Pengeluaran lain – lain (sumbangan, liburan, ulang tahun dsb)
  • Tabungan + Investasi
  1. Asuransi jiwa (with profit)
  2. Rekening Tabungan
  3. Investasi
  4. Lain – lain

Nah, sekarang rumusnya simple :

Gaji dikurangi Semua Pengeluaran masih POSITIF atau engga? HAHA.

Beruntung aku punya financial planner pribadi di rumah karena ternyata hasilnya positif.

Buat kalian yang hasilnya masih negatif, don’t worry, be happy, karena ada Ibu Yasmina Arrachman yang siap membantu kita dalam pengelolaan keuangan. Kebetulan beliaulah yang menjadi narasumber dalam acara ini.

20180512_092207

Oke lanjut, terus gaji kita yang 100% itu idealnya dipakai untuk apa aja sih?

40 % : Biaya / Kebutuhan Hidup

Max. 35% : Kewajiban / hutang / cicilan, you name it.

Min. 25% : Tabungan / investasi

*Kalo hutang atau cicilan boleh lebih kecil tapi tabungan jangan haha

Sementara untuk pos tabungan / investasi ini pun dibagi lagi ke dalam 3 hal:

  • Security, bukan satpam bukan, tapi aspek keamanan alias dana darurat, biasanya besarnya 3x dari pengeluaran setiap bulannya
  • Growth, pertumbuhan, maksudnya lebih ke investasi, bisa berupa reksa dana, saham, deposito, emas dan sebagainya
  • Setelah poin pertama dan kedua terpenuhi, barulah aspek ketiga ini boleh kita capai. Luxury alias kemewahan : bisa berupa hobi, kursus, perbaikan rumah & perabotan, pernikahan (wah, catet nih guys), tambahan kendaraan dan klub olahraga haha.

Soal nabung ini juga perlu memikirkan yang namanya inflasi, itu loh peningkatan harga yang setiap tahunnya terus meningkat.

Terus mau tau rasio likuiditas alias seberapa besar sih resiko kebangkrutan kita?

  • Hitung total aset yang kita punya,) bisa berupa tabungan, deposito, aset pribadi : rumah, mobil, koleksi pribadi yang berharga, aset investasi : rumah sewa, unit link, saham dsb
  • Hitung total hutang, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Misal :

Kita punya rumah seharga 500 juta, dan kita punya hutang mobil 200 juta, berarti kita punya 300 juta sisa aset. Kalo setiap tahun kita keluar 100 juta, berarti kita bisa bertahan hidup selama 3 tahun tanpa bekerja. Gitu lah kira – kira. Yang gawat, misal kita ga punya aset sama sekali karena biaya kebutuhan hidup akan selalu ada.

Tips menghindari berhutang:

  1. Jangan berhutang pada saat emosional, karena gengsi apalagi impulsif *sambil ngomong ke diri sendiri*
  2. Jangan membeli gadget / peralatan elektronik dengan cara menyicil bahkan beli motor atau mobil juga jangan katanya, padahal kan mahal ya kalo langsung cash haha. kenapa ya? ternyata karena nilainya akan turun terus
  3. Ambil semua uang di dalam ATM pada saat gajian, dan pos – kan seluruh uangnya ke dalam beberapa amplop, misal amplop 1 untuk kebutuhan bulanan, amplop 2 untuk menabung dan sebagainya. Alternatif lain, bisa membuat beberapa rekening, misal salah satunya untuk menabung / dana darurat. Ini beneran ampuh karena sudah ku coba sendiri buat uang bulanan. Jadi, kalau uang sudah kelihatan sisa sedikit, otomatis jadi lebih irit alias ngerem hehe.
  4. Hindari menggunakan kartu kredit. Mungkin better di simpan di rumah aja kali ya, atau dibekuin di freezer hahaha.
  5. Biasakan untuk membawa uang tunai / cash dibandingkan membayar dengan ATM atau kartu kredit, kecuali uangnya banyak, gepokan gitu kali ya, mungkin supaya ada efek lebih “berasa” pas bayar, dibandingkan kalau cuma gesek kartu debit / kredit haha.
  6. Daripada pinjam uang ke bank, lebih baik menjual aset atau pinjam ke teman  atau saudara yang bunganya rendah atau malah tanpa bunga katanya, tapi please, ini kok kayak nyusahin gitu sih hahaha.
DSCF2271 resized
contoh amplop untuk poin no 3 (berbagai pos)

Soal hutang, ada yang namanya hutang konsumtif vs hutang produktif.

Udah tau lah ya, kalau pake kartu kredit buat beli baju, kosmetik, mobil itu namanya konsumtif, tapi beda cerita kalau mobil yang kita beli kita rentalin, jadinya hutang produktif deh.

Sentilan yang keren adalah, soal tunjangan untuk orang tua, kebetulan kami termasuk yang selalu menyisihkan setiap bulannya, walaupun jumlahnya mungkin belum bisa banyak, yang penting komitmennya lah ya. Jadi si fasilitatornya bilang gini,

“Ada yang setiap bulannya menyisihkan uang untuk orang tuanya? Kalau yang engga, ya jangan harap nanti pas punya anak atau cucu akan diberi sama mereka.”

Well, this is so true and of course so deep, karena apa yang kita tabur, itu yang akan kita tuai.

Jadi gimana, keuangan kamu atau keluarga kamu sudah sehat belum? Yuk, kita cek bareng – bareng.

DSCF2266 resized
Bersama menuju keuangan yang merdeka! Yeay!

Thank you, Bonet Co – working space yang udah nyediain tempat workshop yang comfy banget, dan tentunya buat Ibu Yasmina Arrachman yang telah membagi ilmunya, juga buat ibu owner yang soooo humble.

DSCF2276 res
Be ready for this place, guys!

So, buat kalian yang lagi mumet, perlu inspirasi dalam mengerjakan tugas kantor, kuliah, apalagi puyeng mikirin skripsi, bisa banget nih mampir ke sini buat cari angin segar, kebetulan Bonet Co-working space ini juga akan grand launching di tgl. 1 Juli 2018 nanti. Pastiin kalian mampir ya, biasanya kalau launching gitu kan suka ada promo – promo menarik. Cuss meluncur ke sana, sambil bawa pasukan biar rame.

DSCF2293 res

Jangan lupa Giveaway Jam tangan Vincci masih ada lho, yuk mampir ke sini

Baca juga tulisan soal keuangan lainnya :

Gaya Hidup vs Penghasilan

8 comments

  1. Ngutang ke sodara atau teman buat saya no-no. Tapi boleh deh kalau yakin bisa lunasin maksimal sebulan, dan jumlahnya juga nggak menyusahkan. Karena emang, kerasa banget deh minjem antar teman itu malah bikin canggung. :’) thanks sharingnya, mbak.

    Like

  2. Yang sulit ternyata, setia pada isi amplop. Sudah yakin bahwa amplop sudah disiapkan untuk keperluan masing-masing tapiiii tetep aja selingkuh ke amplop yang laen. huh…yang ada meratapi kecurangan sendiri. 😦

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s