Dasar Orang Gila..

20 Februari 2017.

Okay, fix banget, hari ini adalah hari yang paliing ‘mengejutkan’ buat gue. Kenapa, Dess? Check it out, ini cerita di luar logika manusia deh pokoknya, yang ga kuat melipir aja mendingan. Yang kuat, Please enjoy! HAHA.

Pagi-pagi ujan deres, angkot yang biasa gue pake buat ke kantor, 09 (Bogor), susyaah banget dicarinya. Setelah menunggu lama, akhirnya gue pun berpikir keras untuk mengubah rute dengan angkot alternatif lain. Walaupun suami gue udah bilang jangan, karena kemungkinan itu angkot beda rute sama arah ke kantor gue, gue tetep aja ngeyel dan berangkat pake angkot itu, angkot 08. Sesampainya di persimpangan Bantarjati situ, gue kaget, kok tuh angkotnya belok. Akhirnya gue turun dan menyeberangi lampu merah. Setibanya gue di seberang, gue segera menyetop angkot 09 yang berlalu lalang.

Oke, di sinilah tragedi ini dimulai, simak baik-baik.

Begitu angkot berhenti di depan gue, gue melihat kursi depan tepat di sebelah Pak supir kosong. Gue pun segera mengambil ancang-ancang untuk membuka pintu tersebut.

Susah ternyata, akhirnya bapak supirnya pun membantu untuk membukakan pintu tersebut.

Voila, pintu pun terbuka.

Tiba-tiba, gue bagaikan terkena serangan zombie, yang secara membabi buta menarik rambut gue sekuat tenaga. Sesaat nafas gue terhenti guys. This was REAL. Gue pun ambruk ke tanah. Sebagian tubuh di bagian kanan gue terhantam batu, tanah dan apapun deh yang ada di pinggir trotoar situ. Gue pun  berserakan, kotor.

Sayup-sayup gue dengar suara perempuan yang memaki-maki gue.

“Anj*ng sia, bla bla bla..”

“Ya Tuhan, apa salah hamba?”

Gue pun mencoba membuka mata, dan tepat di pinggir jalan ada 2 bapak-bapak yang mencoba menenangkan ibu dengan kisaran usia 35an tsb, dengan mengenakan jilbab dan seolah menggendong bayi. Ibu itu pun mencoba menyerang kedua Bapak tadi dengan cara mencakar-cakar Bapak tsb. Horor guys.

Gue cuma bisa terdiam karena shock berat. Tiba-tiba dari dalam angkot ada suara malaikat yang gue kenal berkata, “Des, cepetan naik dess.. cepet cepet.”

Tanpa babibu lagi, gue pun bangun dan naik ke dalam angkot sementara kedua bapak yang turun dari angkot tsb mencoba menenangkan ibu yang menyerang gue tadi. Ternyata, malaikat yang Tuhan utus tersebut adalah teman kantor gue, Mbak Yanti. Gue masih terdiam sembari Mbak Yanti mengelus-elus kepala gue. Gue pun tersadar ketika Mbak Yanti berkata dengan menggebu-gebunya, “Ini Mbak Yanti, Des.. Mbak Yanti, Lu inget gak?”

Gue pun tersadar dan berkata, “Iya Mbak, inget Mbak. Hehehe”

Lalu gue pun merasa ada yang hilang dari tubuh gue. Oke lebay, sepatu kanan gue hilang entah kemana.

Sang abang angkot pun berniat untuk melanjutkan kembali perjalanan sampai salah satu bapak yang tadi mencoba menghampiri ibu gila tadi berkata, “Bang, tunggu bentar Bang. Sepatunya si eneng ini jatoh satu tuh bang.”

Sepatu Cinderella.

Akhirnya, karena kebaikan Bapak yang gue ga sempat tanyakan namanya itu, sepatu kanan gue pun kembali. Lagu “Sepatu”-nya tulus pun terngiang-ngiang di otak gue.

Di dalam angkot, seluruh penumpang heboh mencoba bersimpati terhadap kejadian absurd yang baru saja terjadi pada gue. Terdengar keriuhan semacam ini:

“Ya ampun, sabar ya Neng. Itu ibu-ibu tadi kayaknya gilanya udah level seratus deh.”

“Iya Neng, sabar ya, jangan lupa berdoa. Lagi apes aja ini.”

“Neng, kenal ga sama ibu-ibu tadi?”

“Iya, tadi tuh stress kayanya tuh ibu-ibu. Cuma bajunya masih rapi, mungkin stresnya baru.”

Dan lain lain.

“Des, badan lu sakit ga?”

Hampir aja gue menjawab pertanyaan itu dengan, ‘Engga Mba, yang sakit tuh disini (menunjuk hati).’

Tapi yang keluar dari mulut gue adalah, “Ini kayaknya lutut kanan sakit, sama pantat juga.ahhaha. Kocak yak Mbak MASAA AKU DISERAANG ORANG GILAA.”

Gue melihat ke arah payung yang tadi gue pakai pada saat kejadian dan payungnya ringsek, patah disana sini guys, kemungkinan ketimpa badan gue pas gue jatuh. Ga sedih sama sekali sih, karena (entah) kebetulan (atau gimana), tepat pada saat tukar kado di akhir tahun 2016, gue mendapatkan payung baru yang ada siluet Frozennya kalo kena aer. Hahaha, lumayan.

“Let it goooo.. let It goo Dess..”

Sesampainya di kantor, gue pun segera mengecek anggota badan gue dan voila, lutut kanan bengkak merah-biru, pantat bagian kanan memar, punggung bagian bawah memar, leher sakit semacam salah bantal (bantal kok disalahin) ditambah bagian belakang baju gue kotor. Melihat gue yang seakan babak belur, teman kantor gue, si Santi berinisiatif untuk segera ‘menyiksa’ gue dengan menelpon tukang urut langganannya, sementara Bu Eka sibuk mengambil minyak gosok dan parem kocok (yang baunya macem kemenyan kali yak).

Singkat cerita selama 2 jam gue pun diurut sama ibu Tati yang bawelnya nuju bilah, hahaha. Ajaibnya, abis diurut gue jadi bisa jalan dengan normal, sebelumnya gue jalan dengan sedikit pincang. Kaki gue yang awalnya bengkak segede bola pingpong pun berangsur-angsur membaik, walaupun masih tetep bengkak.

Berkali-kali gue bilang, “Duh, ini semua gara-gara orang gila. Dasar Gilaaak, gilaak, gila.”

Ya emang orang gila, mau digimanain lagi yah, pengen rasanya nyamperin ke TKP, nungguin ibu itu dan bilang, “Sini lu, ribut lu sama gue, jangan maen jambak aja dari samping.” Trus gue balik jambak rambutnya sampe jatoh terus gue tinggalin. LOL.

Yaa, maybe next time. HAHHAHAHAHHA.

Ampuni hamba ya Tuhan, ampuni Ibu Gila itu ya Tuhan, karena dia tidak tau apa yang dia perbuat. Amen.

Pengen banget gue BALES tapi gue inget untaian kata di dalam doa Bapa Kami, “Ampunilah kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah terhadap kami.”

Nih kenang-kenangan dari si ibu gilak.

IMG-20170220-WA0003.jpeg
nih benjol di lutut HAHAK

Ya, mungkin gue mirip sama selingkuhan suaminya kali ya, dunno.. Makasih loh udah buat gue jadi trauma banget sama orang gila.. Ditambah susah banget ngejelasin ke orang-orang setiap kali ditanya kenapa bisa jatoh.

Masa iya harus gue jawab, “iya, gara-gara dijambak orang gila.”

Dasar orang gila (literally)…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s