Pengalaman Bikin Visa Amerika

Well, tanggal 15 Maret 2019 lalu, bertepatan dengan hari ulang tahun Ibunda yang ke 50 sekian, ga akan pernah aku lupakan. Kenapa? Karena aku diminta untuk nemenin nyokap bikin visa US dan beliau udah pernah ditolak 2x, walaupun ditolaknya itu udah lama sih sekitar tahun 2000an awal dan dulu isi paspor nyokap masih kosong alias belum pernah ke luar negeri.

Singkat cerita, kita pun pakai jasa agent yang berkantor di dekat Sarinah Jakarta situ dan bayar Rp 280 ribu/orang untuk diurusin pengisian formulir online atas data kita, namanya Artalex Studio (cukup bawa diri, KTP, paspor sama duit cash 280rb, jangan lupa dandan yang cakep karena sekalian foto di sana).

artalex-digital.jpg

Tempatnya biasa aja sih, tapi pelayanannya bagus dan banyak banget yang emang ke sini untuk pembuatan visa US.

artalex-2.jpg

Rp 280 ribu per orang, itu terdiri dari jasa pembuatan:

  • Foto 5×5 berlatar belakang putih dan kita akan dapat 4 lembar foto + CD, cuma dipakai 1 aja sih fotonya dan itupun dibalikkin lagi sama Kedutaan US, cuma discan doangan
  • Pengisian jadwal interview, yang lalu kita minta di hari Jumat, 15 Maret 2019 jam 7 pagi
  • Bukti pembayaran Visa
  • Pengisian formulir konfirmasi DS-160

Nantinya semua dokumen dan foto tersebut harus kita bawa ke Kedutaan Amerika yang alamatnya di Jln. Medan Merdeka Selatan No. 3-5, Gambir, Jakarta Pusat. Stasiun kereta api terdekat itu Gondangdia, sekitar 5 menitan kalau kata Google Maps. Nah selain itu, agent ini juga kasih info dokumen apa aja yang perlu dibawa saat wawancara, sbb:

  1. Paspor asli – baru maupun paspor lama, semua wajib dibawa
  2. Dokumen yang mereka bantu buat :
  • Konfirmasi DS-160
  • Jadwal interview
  • Bukti pembayaran visa, Di ATM mana aja bisa sih bayarnya, tinggal pilih Transaksi Lain, lanjut pilih Transfer, Transfer antar bank, masukkin kode bank 022 – CIMB Niaga, masukkin jumlahnya Rp 2,320,000, masukkin nomor reference yang dikasih sama agent nya (tiap orang beda). Muncul deh kalo kita akan transfer ke Bank of America. Selesai deh. Ambil slip bukti bayarnya.
  • Pas foto uk. 5×5 = 1 lembar dan harus sesuai ketentuan : background putih, telinga dan jidat terlihat

Selain itu, bisa bawa dokumen pendukung berikut untuk jaga – jaga kalau diperlukan:

  1. Rekening koran/Tabungan 3 bulan terakhir – harus asli, bisa minta ke bank atau print lewat internet banking, jangan rekening koran yang palsu, karena Kedutaan US ini sudah ngelink dengan data bank kita, akan langsung terlihat kita punya uang atau tidak
  2. Akta lahir asli
  3. Kartu keluarga asli
  4. Surat sponsor (kalau ada), JANGAN PERNAH BILANG DI US ADA SAUDARA, SEKALIPUN KITA PUNYA SAUDARA DI SANA, mereka malah takut kita akan stay di sana atau jadi imigran gelap hehe. Biasanya kalau kita bilang punya saudara, mereka akan minta bukti kewarganegaraan saudara kita tersebut. Kalau tidak bisa menunjukkan, langsung ditolak biasanya.
  5. Akta nikah asli
  6. Surat keterangan kerja/ SIUP bagi pengusaha
  7. Surat keterangan sekolah/Kartu pelajar untuk pelajar

*Note 1 : Semua dokumen sebaiknya disimpan di dalam map bening (hindari membawa amplop cokelat/gelap ke dalam Kedutaan), lebih baik lagi jika mapnya ada tutup/kancingnya supaya foto kita tidak berserakan, foto jangan disteples/dihekter (bisa disimpan di dalam plastik bening yang kecil itu loh, baru disteples plastiknya supaya aman)

Nah, setelah semuanya komplit, kita bisa datang paling lambat setengah jam sebelum jadwal interview. Biasanya sih, sejam sebelumnya pun antriannya sudah mulai terlihat. Kemarin ini, karena hari Jumat, ternyata sepi loh. Kita pilih jadwal interview jam 7 pagi dan jam 5 pagi kita udah sampai, kepagian HAHAHA. Kita yang pertama datang. Setelah itu, jam setengah 6 baru deh ada 1 orang datang, lanjut 2 orang, dan sekitar jam 6 pagi baru banyak orang mulai berdatangan. Jam setengah 7 sudah mulai ramai, tapi tidak sepadat hari kerja lainnya, katanya.

Note 2 : Datang paling tidak 1 jam sebelum jadwal interview supaya aman. Jika lokasi tempat tinggal kalian jauh, ada baiknya menginap di hotel dan naik Grab Car/ Grab Bike aja ke  supaya aman karena susah tempat parkirnya. Hal ini juga untuk mengantisipasi macet, gangguan pada jadwal kereta dsb. Aku pribadi rekomen menginap di hotel Ashley deket Sarinah situ, atau hotel lain sederetan situ, ada banyak dan tidak terlalu mahal kok, di bawah 1 juta semalamnya dan banyak banget tempat makanan di sekitarnya, jalan kaki juga deket banget ke Mall Sarinah. ASIK!

Selanjutnya, kita diminta bikin antrian 2 baris dan dilakukan pengecekkan atas kertas yang berisi jadwal interview dan diminta untuk menunjukkan paspor di halaman yang ada foto kitanya, masih sambil mengantri dan berdiri nih ya. Terus dikasih baki/wadah berukuran kecil untuk tempat kita menaruh handphone, headset, smartwatch (semua yang ada bluetoothnya), charger, sampe kunci mobil/motor pun harus disimpan di atas baki itu dan nantinya dikumpulin di dalam Kedutaan.

Note 3: Bawa barang elektronik seminim mungkin, ribet karena harus dititipin semua. Tas pun bawa yang kecil aja supaya simple. Sebisa mungkin tidak usah bawa laptop dan barang berat lainnya, karena pegel juga bawanya pas ngantri itu kan sambil berdiri. Jangan lupa bawa payung atau jas hujan, kalau hujan gawat karena ngantrinya di luar kantor, outdoor. Oh, jangan lupa sampul paspor kita, apapun gambarnya, copotin dulu supaya ga repot. Karena di dalem pun diminta copotin, jadi bugil aja gitu paspornya, supaya petugasnya gampang ngeceknya.

Yang epic, batas antrian awal mengantri itu lumayan jauh cuy dari depan kantor Kedutaannya, tepatnya yang ada pos polisi di bawah tenda sarnaville kecil gitu. Ga ngerti deh kenapa harus begitu. Sekitar jam 7 kurang sedikit akhirnya baru deh kita disuruh masuk ke dalam kantornya. Pintu di Kedutaan berat – berat banget asli, kayanya proteksinya maksimal gitu.

Setelah masuk, kita disuruh kumpulin baki berisi barang – barang yang udah aku sebutin di atas, handphone dkk. Laptop atau tas besar wajib dititipin juga, ada lokernya. Lalu sebagai gantinya kita dikasih semacam nomor untuk mengambil barang – barang tersebut pas mau pulang (mirip penitipan barang kalau kita mau nitip di Supermarket). Nah, di pintu pertama ini kita harus menghabiskan makanan, minuman bahkan permen yang kita bawa dari rumah, atau bisa dibuang di tempat yang disediakan. Ada yang bawa buah duku banyak banget dan dibuang dong. Sayang banget deh.

Note 4 : Bawa makanan dan minuman seperlunya, habiskan pada saat sebelum mengantri. Ga bisa deh bawa bekal dari rumah buat makan siang gitu, lupakan daripada terpaksa harus dibuang haha.

Setelah itu kita masuk ke ruang tunggu 1, untuk pengecekkan kertas berisi jadwal interview, paspor (lagi) dan menyerahkan foto (1 lembar). Nantinya semua itu dikumpulin, ditempelin stiker, lalu paspor lama dan baru kita akan diberikan karet, dan disatukan semuanya dengan jadwal interview jadi 1 bundle.

Lanjut kita disuruh maju ke loket – loket yang ada, inget ini bukan untuk interview, akan ada petugas yang menanyakan kelengkapan data kita. Kita tinggal berikan 1 bundle dokumen yang tadi sudah dipersiapkan oleh petugas di sana, yang isinya paspor, foto dan jadwal interview kita itu. Akan ditanya apakah ada perubahan pada nama kita sejak lahir, perbedaan nama di paspor dengan identitas lain, pernah ganti nama, ada nama Mandarin/nama lain dan sebagainya. Jawab sejelas – jelasnya. Kalau pernah ganti kelamin juga ada baiknya ngaku HAHAHAA.

Lanjut disuruh nunggu di ruang tunggu sebelahnya, dan kita akan diminta untuk melakukan scan sidik jari. Pertama, 4 jari tangan kiri selain jempol, lanjut 4 jari kanan selain jempol, dan 2 jempol kanan- kiri sekaligus.

Beres. Lanjut nunggu lagi di ruang tunggu terakhir. Ini saat yang paling menegangkan karena akan interview dengan bule – bulenya nih. Tahap akhir sekaligus penentuan. Kita diberikan nomor antrian yang ditempelkan pada paspor kita. Aku dan nyokap dapat no 302, yang ke 3 pertama di hari itu. Jeng jeng.

Note 5 : Di ruang tunggu, disediakan toilet, jadi daripada kebelet mending dituntaskan dulu. Cek kembali dokumen yang kita bawa, jangan sampai terjatuh, terutama foto yang cuma diselipkan di dalam paspor.

Setelah itu di layar depan kita menunggu, akan muncul deh nomor antrian kita, dan terdapat informasi harus ke loket nomor berapa. Kemarin ini kita dapat no. 7, lucky number seharusnya, dengan pewawancara laki – laki yang mukanya mirip orang Indonesia tapi bahasa Indonesianya ternyata ga fasih banget, entah deh dari mana asalnya hehe.

Aku dan nyokap pun maju berbarengan, sambil bawa dokumen penunjang lainnya, yang intinya menyatakan kita pasti balik lagi ke Indonesia dan ga akan jadi imigran gelap atau TKI di sana HAHA.

Sebelumnya aku udah siapin list pertanyaan yang sekiranya akan ditanyakan beserta jawabannya dalam bahasa Inggris, udah latihan tanya jawab juga sama suami aku hehe. Pertanyaannya seputar ini nih:

  1. Bahasa Indonesia atau Inggris? Jangan kuatir, mereka bisa bahasa Indonesia fasih kok walau dengan logat bule, jadi kalau ga pede, mending pake bahasa Indo aja daripada salah kasih jawaban hehe. Karena pernah baca, ada yang ngeblank pas sok-sokan pake bahasa Inggris.
  2. Tujuan kamu bepergian apa? Mau ngapain di Amerika?
  3. Rute perjalanan? Akan jalan – jalan kemana?
  4. Dengan siapa kamu bepergian?
  5. Pekerjaan kamu apa? Kerja sebagai apa?
  6. Sudah menikah?
  7. Punya keluarga di Amerika?
  8. Perjalanan dibiayai oleh siapa?
  9. Surat izin dari keluarga atau pasangan kamu? Aku udah siapin bahkan surat keterangan kerja dari kantor suami aku juga udah semua hehe.

Kebetulan 9 pertanyaan itu yang ditanyain ke aku dan udah sesuai  sama list pertanyaan yang aku siapin dan aku udah siap banget sama jawabannya. Intinya sih, walaupun dia sapa aku pake bahasa Indonesia, “Pagi”, aku langsung sok-sokan jawab pakai bahasa Inggris biar akrab. LOL. Abis itu aku bilang kalo aku akan pergi sama nyokap pakai tour, Dwidaya Tour, ke West Coast Amerika, which are Los Angeles, Anaheim, Las Vegas dan San Fransisco (kalau perlu minta itinerary dari travel agent dulu kayak aku, jadi lebih meyakinkan), terus aku bilang sambil becanda, “if you let us, we will go to America on June this year”, terus dia ketawa. Aku bilang kalau aku udah menikah, suami aku kerja di perusahaan multinasional bla3, pastinya aku akan balik ke Indonesia dong ya. Terus aku ditanya soal siapa yang bakal bayar trip ini. Aku bilang kalo aku akan disupport sama suami aku (sambil ketawa, dia juga ketawa) dan nyokap bakal bayar sendiri (ketawa lagi, ah lama – lama aku jadi cinta dah nih sama si Bule) HAHAHA. Aku ditanya kerja sebagai apa, aku jawab, aku Key Account Manager di perusahaan FMCG, dia tanya apaan tuh FMCG, aku jawab, “Food…” Sambil berusaha nginget apa sih singkatannya, eh dia udah ngerti. Padahal singkatan aslinya Fast Moving Consumer Goods HAHAH. Mendadak lupa karena nervous gils. Udah tuh, aku ditanyain itu doang, dan aku udah bilang ke nyokap suruh diem aja, soalnya dia juga kan ga paham Inggris yah haha. Jadi biasanya sekalipun maju berbarengan dan terdiri dari beberapa orang, juru bicaranya cuma 1 orang aja, supaya ga berebutan ngomong kali ya.

Itu aku ditanyain mayan lama sih, padahal biasanya interview tuh cuma sekitar 2 menitan langsung dijawab iya atau engga. Nah, bagian kita lebih dari 5 menit deh.

Sisa pertanyaan yang mungkin berbeda dan ditanyain ini nih :

  1. Kapan ke US? Nginep dimana?
  2. Apa sudah pernah ke luar negeri sebelumnya?
  3. Udah pernah bikin visa US belum?
  4. Berapa penghasilan kamu per bulan?

Note 6 : Sekalipun bule nanyanya sedikit, please banget jawab sekomplit – komplitnya. Kita cuma waktu 2-5 menit untuk meyakinkan dia, jawab sebaik mungkin yang nunjukkin kita pasti balik ke Indonesia. Lagipula banyak banget yang dia wawancara, kalau kita ga kasih info sekomplit mungkin, gimana kita bisa “dilihat” dan meyakinkan dia hehe. Paling haram hukumnya bilang kalau mau ke US karena ada pacar bule di sana. Better kalau kalian sudah yakin, segera ajukan fiancee visa, tapi itupun ada syaratnya harus nikah dalam waktu 90 hari deh kalau ga salah hehe.

Bagian aku udah lewat, dia kayak udah OK gitu loh mukanya, eh tiba – tiba dia bilang, “hmm.. Okay, it’s all okay. It’s only because of your Mom.”

Deg. Langsung.

Intinya dia bilang kalau di data mereka (yang sakti banget itu), di tahun 2006 lalu, which is 13 tahun lalu, nyokap aku pernah ajuin visa dan ada data yang palsu menurut mereka. Dulu itu nyokap aku pake agent, ikut – ikutan bareng temennya gitu deh dan ga dapet. Deg banget aku di situ. Lanjut, giliran nyokap yang dimintain penjelasan. Aku coba bantu jawab pakai bahasa Inggris tapi dibilang sama si Bule kalau dia ngerti kok bahasa Indonesia. Nah di sini, nyokap aku jawabnya agak bingung gitu deh ya, secara dia ga tau apa – apa dan kaget kayanya, pokoknya dulu itu dibikinin aja gitu semua dokumen sama agent-rekomendasi temannya yang bahlul, dan kayanya ada beberapa data yang ga match. Ga cocok datanya. Sedih gilak. Itu juga yang bikin aku ditanyain 2x, di awal dan dia akhir interview soal, “Ada saudara gak di sana?”

Nyokap, aku coba tanyain katanya lupa, bisa jadi dokumen yang dulu itu dibilang ada saudara di sana, dan pastinya itu memberatkan.

Jadinya, aku ditolak karena ngajuin bareng nyokap. Jeng jeng. Duit 2,32 juta x 2 orang ditambah jasa agent Rp 280 rb x 2 orang, dengan total Rp 5,2 juta pun melayang dalam waktu 1,5 jam (dari mulai antri sampai selesai, mulai antri jam setengah7, selesai jam 8, dateng malah dari jam 5 pagi haha).

Bulenya bilang, “Sorry, but it’s hard.. lalu dia kayak mikir sebentar, galau, eh akhirnya kita dikasih kertas pink yang tulisannya, “Ditolak” (kalau dapet visanya, kita dikasih kertas putih yang berisi petunjuk pengambilan visa nantinya) dan dibalikkin lah paspor kita yang tadinya dia bolak – balik liat udah mayan banyak capnya. Huhu, berkali – kali tuh dia liat pasport kita, dibolak – balikkin.

Visa Ditolak Hikss
ini warna kertasnya pink muda ya, entah kenapa pas difoto jadi kayak putih.

Shocked.

Nah, intinya, Note 7: jangan pernah pakai jasa agent yang ga terpercaya (ini yang dulu nyokap pake ya bukan yang aku sebutin namanya di atas), jangan pernah mau kalau dibikinin data palsu apapun itu, terutama yang sering terjadi itu : rekening tabungan yang seolah – olah duitnya banyak banget, karena akan permanent catetannya di Amerika, bahkan katanya data kita itu ngelink ke Kedutaan Kanada.

Oleh karena itu, kayanya aku akan coba lagi ajuin sendiri nih visa Amerika, itupun ga paham deh, apa sekiranya visa aku akan ditolak juga karena pernah ajuin bareng nyokap atau gimana, Cuma menurut yang interview aku sih, punya aku semua aman ya. Hm, lets see. Good luck to you all.

Nanti aku update lagi deh yaa.. kemarin ini aku ngajuin ber 4. Aku sama nyokap ditolak, ya no wonder ya karena masalah data yang ga cocok itu. Ada 1 temen nyokap yang bahkan ga diminta dokumen apa – apa, rekening juga ga banyak dan ga dilihat, jawab pekerjaan “dagang online”, ditanya pernah kemana aja, jawab “Israel, Singapura” dapet (kertas putih tanda diterima) dong. Cepet banget interviewnya. Padahal kita juga pernah ke situ. Huhu.

Sedangkan temen nyokap yang 1 lagi, yang duitnya banyak banget, miliaran, kalau beli mobil apapun langsung cash macem beli sayur, setelah ditanya pekerjaan dan dijawab punya banyak kos- kosan dan jawab berapa duit penghasilannya sebulan, terus dicek paspornya, udah ke Eropa bolak balik, penuhlah itu paspor sama visa lain, eh ujug – ujug ditolak dong. BINGUNG juga sih ya. Minggu ini, doi mau coba lagi karena penasaran, ya kalau duitnya banyak mah bebas kan gengs hahahaa.

Tapi aku sempet survey sih sambil kenalan sama beberapa orang di sana, dan yang sempet ngobrol bareng kita itu, mereka semua dapet, intinya sih kalo ga ada catatan kelam di masa lalu (pernah overstay di negara lain, kriminal), tabungan OK, sekalipun duit ga banyak, udah pernah ke luar negeri, jelas kerja dimana, ada surat keterangan dari kantor kita, apalagi ada keterangan dari suami/pasangan, diliat jelas kalau kita punya kehidupan di Indonesia dan akan balik ke sini, pasti dapet kok. NO WORRIES GENGS! O iya, dibantu agent itu enak juga sih sebenernya, karena kemarin ini dokumen aku udah lengkap semua, terus enak bisa konsul dan dikasih tau harus nyiapin doc apa aja. Cuma sayangnya, track record nyokap aja sih yang begindang hehe.

Note 8 : Statistik bilang kalau 90% orang Indonesia yang apply Visa US dapet kok. So, No worries.

Note 9 : JUJUR ADALAH KUNCI. 

Tahun depan kita akan coba bikin visa US lagi nih. Hehe. Ada tips dan trik atau curhatan senasib yang bisa dibagi untuk antisipasi pengajuan selanjutnya ga ya? Boleh dong dishare.

Sorry kalau ada yang kecewa udah baca sampai habis dan kita belum dapat visanya hehe.

13 comments

  1. wahhh susah juga ya kalau dah kadung masuk data-data yang gak bener kayak gitu. bisa jadi pelajaran banget. plus sayang banget uang yg buat visa nya kalau sampai gak jadi ya mbak, harus ada part 2 nih ^^

    Like

  2. saya baru aja td pagi kelar intrvwnya. udah jawab jujur semuanya. prtanyaannya cuma 2: mau ngapain ke us? saya jawab mau traveling ke charleston south carolina ngeliat monumen perang sipil amerika. trus kerjaan saya sbgai freelance graphic designer sdh brapa lama dan pnghasilan berapa (dan saya rasa pnghasilan saya lmencukupi buat trvling ke amerika. udh jwb jujur dan endingnya: ditolak hehe

    Like

Leave a Reply to Enny Ratnawati Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s