ASI Booster

Welcome back to my blog!

pexels-photo-236010
Sumber : Pexels.com

Akhirnya setelah berjuang mengurus bayi sendiri (tepatnya dibantu suami yang lagi WFH sama bibi yang bantu ngurusin rumah – ya ga sendiri dong Des itu sih namanya – ya maap hehe), aku pun punya waktu lagi untuk menulis. Tepatnya, memaksakan diri supaya tetap waras dengan menulis kembali hehe.

Kali ini mau sharing soal ASI, tepatnya ASI booster. Ke depannya sih, udah nemu pengasuh bayi nih, puji Tuhan banget di tengah peliknya wabah corona ini. Semoga betah dan jadi bisa lebih sering nulis lagi untuk ketenangan jiwa raga ini. Hehe.

Well, balik ke topik, ternyata mengASIhi tidak semudah itu, Ferguso. Dimulai sejak masih di rumah sakit, di mana ASI baru bisa keluar di hari ke-3 dari sejak melahirkan, itu pun sedikit banget dan bisa keluar pun kayanya efek pemberian obat Lactamor dari rumah sakit (recommended) dan pijat laktasi. Bahkan saking kuatirnya, di hari ke-2 udah nyerah dan minta suster kasih sufor aja hehe. Lemah banget nih mental ibunya. Itu juga dipicu oleh banyaknya cerita bayi yang kuning akibat ga berhasil dikasih ASI. Sufor sengaja beli yang premium, Nestle Nan Ph Pro karena susu ini hypoallergenic alias cocoklah buat bayi yang sekiranya punya riwayat alergi, kita ga mau ambil resiko hehe.

Nah, sayangnya karena keenakan ngasih sufor, yang gampang bikinnya, dan malas pumping apalagi nyusuin langsung (jangan dicontoh hehe), ASI yang keluar pun jadi minim banget jumlahnya huhu. Seringnya kalah sama bayi pas nyoba nyusuin langsung. Karena bingung puting, kebanyakan pakai dot, si bayi pun seringnya keburu marah ketika tidak berhasil menemukan puting. Hmm.

Singkat cerita, aku sharinglah di Instagram dan minta buibuk yang jauh lebih berpengalaman sharing selama ini mereka pakai ASI booster apa sehingga ASI-nya kok bisa cukup dan bisa kasih ASI ekslusif selama 6 bulan bahkan banyak yang lebih. Keren.

Nah, ini dia sharing mereka.

pexels-photo-374756
Sumber : Pexels.com

Pertama, supply by demand

Kebanyakan mereka bilang : ASI itu prinsipnya supply by demand, alias semakin banyak kita, entah menyusui langsung atau mompa, semakin banyak jugalah ASI yang terpicu untuk keluar. Sebaiknya pas malam/subuh itu sering dikeluarin katanya, apalagi kalau pakai sistem power pumping. Apakah itu?

Teori power pumping untuk single pump:

  • pump kanan 10 menit
  • pump kiri 10 menit

istirahat 5 menit

  • pump kanan 10 menit
  • pump kiri 10 menit

istirahat 5 menit

  • pump kanan 10 menit
  • pump kiri 10 menit

Teori power pumping untuk dual pump :

  • pump 20 menit

istirahat 10 menit

  • pump 10 menit

istirahat 10 menit

  • pump 10 menit

Kedua, makanan tambahan

Mereka konsumsi makanan tambahan seperti : Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold (kemasan pink – ini aku punya), Herbs of Gold, Mamabear (teh), Moloco (suplemen bentuknya tablet), susu almond Viand Bevande (bener ga nih tulisannya ya), Kelor mom uung (ini apa ya haha), susu Vsoy yang multigrain, Lactasoy yang cokelat. Hmm, Moloco menarik karena banyak yang bilang it works nih sebagai ASI booster.

Ketiga, makanan alami

Mereka konsumsi makanan alami semacam : sayur katuk, air putih minimal 5 liter sehari, pare (walau katanya bisa jadi ASI-nya jadi pahit dan bayinya ga mau, dilema hehe), makan yang kuah – kuah ditambah jahe, dan juga makan yang banyak protein.

Keempat, pijat

Mereka coba pijat oksitosin. Aku pernah coba juga pas di rumah sakit dan it works memang. Enak pula, ga pakai drama sakit hehe. Atau bisa juga coba pijat laktasi, yang ini pernah coba juga dan sakiiiit banget astaga HAHA. Cuma abis itu memang tokcer buat ASI booster, langsung mancur hehe. No pain no gain lah hihi.

Kelima, yang paling krusial

Mereka bilang : JANGAN LUPA BAHAGIA.

Well, well, sekian sharing soal ASI booster kali ini. Semoga bermanfaat dan mari kita coba : )

Akhir kata, Selamat mengASIhi.

Buat ibuk2 yang terlanjur stres soal perASIan ini, bisa banget lho curhat atau konseling online gratisan di mulaiceritayuk.com

Semoga membantu yaa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s